AMK Kabupaten Gresik Gelar Muscab 1

news

GRESIK, news4.online – Angkatan Muda Kabah kabupaten Gresik mengadakan Muscab 1 pada Minggu, (7/8/2022).

Di kesempatan tersebut Sinta Anggraini ada berharap Muscab dapat dilaksanakan sesuai dengan AD/ART yang dihasilkan Muktamar di Bogor.

Muscab merupakan tempat intuk memilih dan menetapkan ketua secara demokratis.

“Tak kalah pentingnya, kriteria calon ketua nantinya harus dapat meningkatkan jumlah suara dalam Pemilu 2024,” kata Ketua PC AMK kabupaten Gresik ini.

Ketua DPC PPP kabupaten Gresik menekankan AMK merupakan wadah yang mengakomodir kepentingan pemuda, komunitas, bakat dan hobi dalam berlatih politik dan berperan memberi masukan dalam mengambil kebijakan pemerintah terhadap kemaslahatan.

Oleh karenanya, PPP lewat AMK memberi ruang bagi kalangan muda dalam berekspresi.

“Merekalah para generasi muda nantinya yang akan menjadi pemimpin,” ujar Kjoirul Huda.

Dia berharap anak muda tidak memandang negatif tentang politik.

“Adanya kehadiran AMK memberi wadah kegiatan yang dibutuhkan pemuda, di sini mereka diberi kesadaran bahwa politik itu ibadah dan mencari keberkahan,” jelas Khoirul.

Sementara itu Gus Shillahuddin, ketua PW AMK Jatim mengungkapkan AMK, GPK, GMPI, WPP, sebagai Banom ke depan tidak ada aktifitas lain kecuali kerja-kerja elektoral.

“Sehingga badan-badan otonom partai harus aktif bergerak untuk meningkatkan kemenangan PPP,” tegas Gus Adi panggilan akrab Shillahuddin.

Gus Adi menambahkan, AMK harus sejalan dengan PPP dan tetap menjadi garda terdepan partai berlambang Ka’bah.

Kedepan keberadaan AMK tidak hanya mewarnai atau partisipasi saja dalam kegiatan partai. Namun, harus lebih besar lagi seperti menyiapkan kader-kader potensial AMK untuk duduk di legislatif.

“Wajib hukumnya, kader AMK untuk maju menjadi Caleg. Jangan malu-malu, dan jadikanlah organisasi AMK ini sebagai batu loncatan sebagai tempat belajar sebelum menjadi anggota DPRD,” tandasnya.

Dikatakannya dalam menyiapkan kader potensial tersebut PW AMK Jatim nanti juga akan menyiapkan sejumlah program kerja yang bakal melibatkan pihak lainnya.

“Bisa berupa pelatihan atau kegiatan-kegiatan positif lainnya.” pungkas Gus Adi. (Slamet)

Tinggalkan Balasan