AMK menghadiri Konggres Wanita Internasional atau International Council of Women

AMK Turut Serta dalam Kongres Wanita Internasional 2022 di Perancis

nasional, news

JAKARTA, news4.online – Diberitakan sebelumnya bahwa Angkatan Muda Ka’bah yang diwakili Srikandi AMK Rizki Fardillah S.Ikom. bersama dengan Wakil Ketum Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia  (PPLIPI) Kartika Yudhisti mengikuti International Council of Women (ICW) atau Konggres Wanita Dunia ke-36 di Avignon, Perancis.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Walikota setempat Cecile Helle di Avignon City Hall dan berlangsung dari 16 -21 Mei 2022.

Dikabarkan Rizki Fardillah bahwa kegiatan ICW tersebut acaranya sangat padat, di hari pertama membahas kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, kesetaraan gender dengan memberikan kebebasan untuk perempuan dan anak.

Diakhir kegiatan hari pertama dilakukan workshop membahas kepemimpinan perempuan untuk mencapai perdamaian, perlindungan sosial sebagai langkah preventif sebelum kekerasan perempuan terjadi, dan perlindungan sosial untuk kesetaraan gender setelah pandemi COVID-19.

“Diambil kesepakatan bahwa perempuan untuk diberi kesempatan dan dilibatkan lebih banyak dalam pengambilan keputusan dan perlunya regenerasi guna peningkatan keahlian dan kapasitas kepada generasi penerus,” bebernya lewat rilis tertulisnya, Kamis (19/5/2022).

Memasuki hari kedua disampaikan Srikandi AMK, kegiatan diisi dengan laporan keuangan dan pemilihan Vice Presiden dan Assistant Treasure ICW.

“Akhirnya terpilih Vice Presiden ICW yakni Fatma Fatos Inal (Turki), Giwo Rubianto Wiyogo (Indonesia), Pushpa Hedge (India), Jamal Hermes Ghibril (Lebanon) dan Nona Ricafort (Filipina),” jelas Rizki.

Sementara Wakil Ketum Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia  (PPLIPI) Kartika Yudhisti menekankan bahwa partisipasi dan peranan perempuan dalam semua aspek kehidupan harus muncul seiring dengan perkembangan zaman.

‘Walaupun banyak persoalan yang muncul dalam aspek sektoral maupun teritorial yang tidak sama dalam semua wilayah ataupun negara namun diperlukan adanya kesepahaman perempuan dalam megaktualisasikan dirinya untuk meningkatkan kesempatan dan andil perempuan dalam proses pembangunan bangsa.” Kata istri Ketum AMK Rendhika Harsono ini. (*)

 

Editor Agus

Tinggalkan Balasan