Hasil Panen Turun, Petani Tembakau Temanggung Berharap Harganya Mahal

news, Peristiwa, Regional

TEMANGGUNG, news4.online – Menjelang panen raya tembakau tahun 2022 produksi tembakau dipastikan menurun hingga 2.300 ton, seiring dengan berkurangnya lahan dan belum maksimalnya produktivitas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan, penurunan produksi tembakau tahun ini memang dipengaruhi beberapa faktor. Selain berkurangnya lahan tembakau, juga karena cuaca yang kurang mendukung saat musim tanam lalu.

“Faktornya banyak, semoga saja cuaca bisa terus membaik hingga akhir panen raya mendatang,” ucapnya. Selasa (09/08/2022).

Disebutkan, pada tahun 2021 lalu produksi tembakau kurang lebih mencapai 18.600 ton, dimungkinkan pada tahun 2022 ini produksinya kira-kira 16.3000 ton.

“Memang lahan kami luas, akan tetapi produktivitas petani kami masih belum tinggi, karena di samping buat tanam tembakau juga terdapat tanaman kopi dan kobis,” tambahnya.

Menurut Joko, produk tembakau unggulan Temanggung terbagi menjadi grade A sampai I yang ditentukan oleh faktor cara pemetikkannya, bau dari aroma tembakau itu sendiri, dan yang terakhir warna dari daunnya. Kalau misalkan kita cari di google grade A apa, kandungan nikotinnya berapa, kandungan gulanya berapa nggak bakalan ketemu. Karena sesungguhnya ada tiga, cekel (pegang), ambu (cium aroma) dan warna.

“Kalau sudah sesuai baru bisa dikategorikan ke grade yang mana. Di samping itu, Temanggung sendiri mempunyai tembakau unggulan yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Tembakau Srintil,” imbuhnya.

Sementara itu Cituk petani tembakau Desa Petarangan mengatakan, faktor cuaca memang sangat mempengaruhi tembakau tahun ini, dari mulai menanam saja sudah sangat sulit karena curah hujan sangat tinggi jadi tembakau pada busuk dan mati.

“Batang pada hitam kebanyakan terkena air hujan dan mati,” terangnya.

Lanjutnya, jadi wajar kalau hasil tahun ini turun karena memang kondisi di lahan seperti itu barang berkurang drastis.

“Semoga saja cuaca terus membaik dan menghasilkan tembakau super serta harga bisa stabil karena dua tahun ini petani tembakau mengalami kerugian karena tembakau harganya murah,” tutupnya. (Gus)

Tinggalkan Balasan