Jelang Panen Tembakau Adat Wiwit atau Miwiti di Temanggung Masih Dilestarikan

news, Peristiwa, Regional

TEMANGGUNG, news4.online – Mendekati masa panen raya hasil perkebunan tembakau banyak petani yang melakukan persiapan sebelum memetik hasil kebunya tersebut.
Salah satunya adalah acara Wiwit atau Miwiti seperti yang masih dilakukan petani di Kabupaten Temanggung atau Negeri Tembakau yang tetap dijaga kelestariannya.

Samadi salah satu petani tembakau Desa Petarangan, Kec. Kledung menerangkan, acara wiwit atau miwiti sebenarnya adalah simbol rasa syukur karena telah diberi oleh Tuhan atas nikmat hasil kebun yang akan segera dipanen.
“kita bersyukur saja dengan cara wiwit ini semoga nantinya disaat panen tembakau gak ada kendala apa-apa,” katanya. Kamis (14/07/2022).

Sementara itu Mbah Parno tokoh adat menjelaskan, Acara wiwit atau Miwiti itu artinya memulai, iya memulai untuk panen hasil bumi salah satunya tembakau, dan ini sudah ada dari turun-temurun sebagai tanda bersyukur karena mau masuk panen raya.

“Kita hanya lestarikan budaya yang telah ada turun-temurun,” tegasnya.

Menurut Mbah Parno, wiwit itu adalah bentuk syukur terhadap Tuhan, dan kepada alam yang telah memberikan hasil kebun untuk dinikmati, selain itu wiwit tembakau juga untuk mengingat kepada salah satu Wali yang berperan dalam tembakau di Temanggung yaitu Simbah Kyai Makukuhan yang membuat tembakau disini terkenal dengan kwalitas terbaik dunia.

“Kita bawa beberapa makanan seperti, jajan pasar, ingkung ayam, nasi asin, serta ketan dan buah-buahan diletakan dikebun sambil berdoa kepada Tuhan dan berterima kasih karena telah diberi keselamatan sampai mendekati panen ini,” ucapnya.

Setelah berdoa, lanjutnya kita memetik beberapa tembakau untuk dibawa pulang sebagai simbolis kalau kita sudah mau memanennya dan segera mengolah hasil kebun tersebut.

” Semoga adanya wiwit ini kita semua diberikan kesehata, keselamatan oleh Tuhan dan panen raya kali ini membawa berkah bagi kita semua,”pungkasnya.(gus)

 

Tinggalkan Balasan