Mahasiswa Vokasi Indonesia Siap Diterima di 46 Perguruan Tinggi Luar Negeri

news

JAKARTA, news4.online – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), resmi meluncurkan Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) Edisi Vokasi pada April lalu. Setelah diluncurkan, Ditjen Diksi telah bermitra dengan 46 perguruan tinggi luar negeri untuk menerima mahasiswa vokasi Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto pada taklimat media tentang IISMA Edisi Vokasi secara virtual di Jakarta (18/5) mengatakan, perguruan tinggi luar yang menjadi mitra IISMA edisi vokasi itu merupakan institusi terkemuka di beberapa negara seperti Korea Selatan, Inggris, Irlandia, Malaysia, Prancis, Taiwan, Australia, Amerika Serikat, Hungaria, Jerman dan Turki.

“Tidak hanya kuliah di 46 perguruan tinggi luar negeri, mahasiswa vokasi juga menjalani magang di perusahaan mitra kampus luar negeri tersebut. Maka dari itu, moto dari program ini adalah Learning in Collaboration with Industry,” ujar Dirjen Wikan, seperti dikutip dalam rilis Kemendibudristek di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Wikan menyebut, Australia merupakan negara dengan jumlah perguruan tinggi luar negeri terbanyak yang bermitra dengan IISMA Edisi Vokasi. Ada 11 perguruan tinggi dengan 10 bidang studi yang bisa dipilih dan menjadi kesempatan bagi mahasiswa vokasi menempuh pendidikan di negeri Kangguru ini. Selain Australia, kesempatan magang juga terbuka besar bagi mahasiswa vokasi yang ingin menempuh pendidikan di Inggris. Ada 14 mitra Industri yang disiapkan oleh dua kampus terkemuka di Inggris yang bisa dijajaki oleh mahasiswa vokasi.

Wikan menambahkan, adanya link and match antara perguruan tinggi luar negeri dengan industri menjadi ciri khas dari program IISMA edisi vokasi. Artinya, mahasiswa vokasi yang menjadi peserta program ini tidak hanya memperoleh kesempatan belajar selama satu semester di kampus tujuan, tetapi juga dapat melaksanakan magang di industri atau perusahaan mitra dari kampus tersebut.

“Ditjen Vokasi memastikan bahwa dalam program ini mahasiswa tidak hanya belajar tetapi juga berkesempatan untuk bisa magang di Industri atau perusahaan mitra kampus luar negeri,” papar Wikan.

Saat ini sudah tercatat ada 3.175 mahasiwa vokasi yang mendaftar Program IISMA edisi Vokasi. Wikan Sakarinto menyambut positif atas tingginya minat program ini. “Program ini sangat luar biasa. Jadi pergunakanlah kesempatan ini,” tambah Wikan.

Ada tiga skema yang disiapkan dalam program IISMA Vokasi ini, yaitu: (1) Skema A, mahasiswa fokus untuk menjalani magang di industri; (2) Skema B, mahasiswa dapat menjalani magang di samping menjalani kuliah dengan pembagian waktu yang seimbang; dan (3) Skema C, mahasiswa fokus menjalani kuliah tetapi dengan materi yang terkait erat dengan dunia industri. Pada skema C ini, kelas juga diajar oleh praktisi dari industri.

“IISMA edisi Vokasi merupakan salah satu langkah bagi mahasiswa vokasi Indonesia untuk mengenyam pendidikan di luar negeri sekaligus mendapatkan pengalaman praktik di industri,” urai Ketua IISMA Edisi Vokasi, Hilda Cahyani.

Lebih lanjut Hilda menjelaskan melalui program ini diharapkan mahasiswa vokasi Indonesia siap belajar dan berperan di kancah global dengan pengalaman belajar di perguruan tinggi dan industri kelas dunia di luar negeri. Selain itu, interaksi internasional yang intensif dan pemahaman antar budaya (cross-culture understanding) dari berbagai negara juga akan menambah wawasan, mengasah komunikasi bahasa internasional serta memperluas jaringan atau networking.

Untuk jangka panjang, kata Hilda, Program IISMA edisi Vokasi ini diharapkan dapat menguatkan link and match antara pendirian vokasi dan industri global. Pada akhirnya, hal ini mampu berkontribusi pada peningkatan SDM Indonesia dalam rangka menyemai benih-benih kemajuan ekonomi karena terciptanya angkatan kerja yang andal. Kualitas SDM yang membaik, lanjut dia, juga akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan ekonomi negara sehingga bisa menguatkan aktivitas investasi. “Pada dasarnya, semua ini berujung pada peningkatan kesejahteraan karena terjadinya perbaikan ekonomi yang memberi dampak positif,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterampilan teknis dan analitis serta wawasan global ini penting untuk menyiapkan lulusan vokasi Indonesia untuk berperan di dunia kerja dan industri kelak ketika lulus. “Mungkin mereka tidak akan bekerja di luar negeri tetapi kini makin banyak perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia. Bekerja di sebuah perusahaan di kabupaten di Indonesia pun akan memerlukan kemampuan berinteraksi secara internasional. Di sinilah, wawasan global dan kemampuan berkomunikasi secara internasional akan bermanfaat,” urai Hilda.

Hal senada disampaikan oleh Tim Aksel Kerjasama Luar Negeri Ditjen Pendidikan Vokasi, Agustinus Winarno mengenai  menyiapkan lulusan vokasi Indonesia untuk berperan di dunia kerja dan industri kelak ketika mereka lulus perihal pentingnya memiliki keterampilan teknis dan analitis serta wawasan global. “Mungkin mereka tidak akan bekerja di luar negeri tetapi kini makin banyak perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia. Bekerja di sebuah perusahaan di kabupaten di Indonesia pun akan memerlukan kemampuan berinteraksi secara internasional. Di sinilah, wawasan global dan kemampuan berkomunikasi secara internasional akan bermanfaat,” pungkasnya. (*)

Sumber Foto: Kemendikbudristek

Tinggalkan Balasan