neobank

Mampukah Neobank Bersaing dengan Perbankan Konvensional

bisnis, Inves

Surabaya, news4.online – Masifnya perkembangan digitalisasi bidang ekonomi khususnya dunia perkembankkan tak lepas dari kemajuan Iptek yang makin pesat dan adanya pergeseran pola interaksi ekonomi. Hal inilah yang menciptakan ekosistem baru yaitu berkembangnya neobank.

Neobank sering disebut challenger bank merupakan wujud terobosan inovasi perbankkan yang berbasiskan digital (branchless).

“Perbankkan ini sepenuhnya online tidak seperti bank konvensial yang memiliki bentuk fisik” Jelas Dr. Wisnu Wibowo, S.E. M.Si.

Nasabah perbankan ini adalah mereka yang techsavy atau paham tentang teknologi dan tidak keberatan pengelolaan keuangannya lewat sebuah aplikasi gagdet.

Berdasarkan laporan McKinsey pasar Indonesia sangat terbuka dan menjanjikan untuk neobank. Hal ini dibuktikan dalam laporannya bahwa perkembangan perbankkan digital di Indonesia dua kali lebih cepat dibandingkan dengan negara berkambang Asia lainnya.

Daya tarik lainnya selain bersifat friendliness, neobank juga sudah menjadi lifestyle bagi kaum nasabah millenial.

“Inilah yang membuat kehadiran neobank disambut antusias,” kata Wakil Dekan FEB UNAIR,

Perlindungan Keamanan Nasabah Neobank dengan Bank Konvesional

Hal pokok dalam perbankkan adalah keamanan dalam konteks ini adalah pemberian perlindungan kepada nasabahnya. Adanya perlindungan keamanan aset keuangan ke nasabah akan menciptakan kepercayaan masyarakat makin tinggi.

“Semakin tinggi perlindungannya maka kepercayaan masyarakat semakin tinggi pula'” tambahnya.

Tak bisa dipungkiri, selama ini perbankkan konvensional telah membuktikan kedua hal di atas, tinggal neobank akan mampukah mewujudkannya.

“Neobank dutuntut selain harus hidup berdampingan dengan perbankkan konvesional juga berkompetensi dalam pemberian layanan dan produknya ke konsumen,” ujar Wisnu. “Kondisi adanya persaingan akan menguntungkan masyarakat karena akan memperoleh layanan keuangan yang semakin efisien dan bernilai sebagai dampak terjadinya persaingan yang semakin menarik diantara retail banking,”

Saat sekarang perbankan konvensional yang bermodalkan kecil dan menengah dituntut mampu beradaptasi dengan tantangan dan kebutuhan digitalisasi keuangan dan solusinya perbankan ini harus saling merger.

“Bank konvensional bersama neobank dan fintech dapat berkolaborasi untuk membantu revolusi digital keuangan dengan menggarap potensi pasar digital bank yang sangat besar lewat kerjasama yang saling menguntungkan,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan