Pemberian Vaksin Covid-19 bagi Anak Usia 6 Tahun Keatas, Ini Rekomendasi IDAI

edukasi, nasional, news, Sekolah

JAKARTA, news4.online – Ikatan Dokter Anak Indonesia IDAI) telah mengeluarkan rekomendasi terkait pemberian vaksin Covid-1 bagi anak usia 6 tahun ke atas.

BPOM sendiri juga telah mengeluarkan ijin penggunaan vaksin Sinovac bagi anak usia 6-11 tahun.

Menurut ketua Umum Pengurus Pusat IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), pihaknya mengeluarkan rekomendasi tersebut karena anak juga berpotensi dapat tertular atau menularkan virus corona dari dan ke orang dewasa di sekitarnya.

“Mereka bisa saja tertular atau menularkan dari atau ke orang tua, orang lain yang tinggal serumah, orang yang datang ke rumah, teman atau guru di sekolah pada pembelajaran tatap muka) walau tanpa gejala,” katanya.

Sementara rekomendasi IDAI terhadap pemberian vaksin bagi anak usia 6 tahun ke atas sebagai berikut;

Diberikan secara intramuskular dengan dosis 3ug (0,5 ml). Vaksin ini diberikan sebanyak dua kali dengan jarak waktu empat minggu antara dosis pertama ke dosis kedua.

Vaksin tidak direkomendasikan bagi anak yang memiliki atau mengalami kontraindikasi defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol, penyakit sindrom Gullian Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis, anak dengan kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi.

Kemudian anak yang tak direkomendasikan mendapatkan vaksinasi Covid-19 adalah yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat, sedang mengalami demam 37,5 derajat celcius atau lebih. Demikian juga anak yang baru sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan, pascaimunisasi lain kurang dari 1 bulan.

Sedang bagi anak atau remaja sedang hamil, memiliki hipertensi dan diabetes melitus, dan atau penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital yang tidak terkendali juga tidak direkomendasikan mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Pada rekomendasi ini IDAI memberi catatan bahwa Imunisasi untuk anak dengan kanker dalam fase pemeliharaan, penyakit kronis atau autoimun yang terkontrol dapat mengikuti panduan imunisasi umum dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter penanggung jawab pasien sebelumnya. (*)

Tinggalkan Balasan