Pemkab Kudus Perangi Radikalisme

news, Regional

KUDUS, news4.online – Bupati Kudus saat kegiatan Optimalisasi Peran Santri dalam Antispasi Radikalisme di Pondok Pesantren Al-Furqon Yanbu’ul Ulum di desa Sidrekso , Kaliwungu pada Sabtu (26/3/2022) menegaskan Pemkab Kudus tidak setengah-setengah dalam memerangi radikalisme.

“Oleh karenanya kita akan membuat Perda tentang pencegahan radikalisme,” tukas Hartopo.

Pencegahan radikalisme sendiri sebelumnya telah tertuang dalam Perbub no. 7 tahun 2014 tentang Pedoman Pembentukan Tim Terpadu Gangguan Keamanan Dalam Negeri di Kudus.

“Ini perlu diperdalam menjadi Perda agar di mata hukum kedudukannya lebih tinggi,” ujar Bupati, Sabtu (26/3/2022).

Bupati Kudus pun mengingatkan para santri agar mempelajari betul bentuk radikalisme agar tidak terpapar dan tidak menjadi bagian dari radikal.

“Terus perbanyak tabayyun dan membuka forum diskusi bersama agar terhindar dari paparan radikalisme,” pintanya.

Ditekankan Kanit Keamanan Khusus Satintelkam Polres Kudus bahwa oknum radikal saat sekarang berupaya menyamarkan frekuensi dengan lingkungan yang diajak.

“Ini sulit dideteksi karena berbaur dengan lingkungannya,” jelas Iptu Subkhan.

Dikatakannya kelompok radikal berupaya provokatif pecah belah NKRI.

“Lewat postingan medsos mereka gencar melakukan provokasinya. Mari kita perangi radikalisme yang ada di medsos,” ajak Iptu Subhan.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kudus Mukhasiron meminta perumusan rancangan Perda segera dilakukan Kesbangpol dan instansi terkait.

“Kami mendukung langkah progresif agar Kudus aman dari radikalisme. Segera dirumuskan untuk segera dibahas dan dapat dipertimbangkan dalam APBD,” harap Mukhasiron.

Salah satu santriwati peserta kegiatan tersebut mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kesbangpol.

“Kami lebih paham antiradikalisme apalagi disertai dengan contoh-contohnya.” Ucap Ina Nasyiatal Laili.

Tinggalkan Balasan