Pendidikan Karakter Bangsa akan Mewujudkan Pelajar Pancasila

edukasi, Jurnal, opini

Oleh Siti Uni
SD Negeri 2 Besani, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo
Email : sitiuni281271@gmail.com


Abstrak


Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi dalam penanganan masalah lunturnya nilai-nilai Pancasila di dalam masyarakat Indonesia. Solusi tersebut adalah menerapkan pendidikan karakter bangsa akan mewujudkan pelajar pancasila. Pendidikan ini adalah pendidikan berbasis karakter dan moral yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila mengarahkan perhatian pada moral yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil akhir dari penerapan pendidikan berbasis karakter yang sesuai dengan Pancasila adalah menjadikan peserta didik memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan moral yang sesuai dengan sila-sila pada Pancasila
.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan Pendidikan karakter pelajar diwujudkan melalui kebijakan Kemendikbud yang berpusat pada upaya mewujudkan Pelajar Pancasila. Pelajar Pancasila mempunyai enam ciri utama bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman dan bertaqwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, gotong royong , berkebhinekaan global.

Menurut Muhammad Hatta bahwa sebenarnya Pancasila tersusun atas dua fundamen. Pertama, fundamen yang berkaitan dengan aspek moral, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Kedua, fundamen yang berkaitan dengan aspek politik, yaitu kemanusiaan, persatuan Indonesia, demokrasi kerakyatan, dan keadilan sosial. Dasar moral dan politik tersebut diharapkan dapat memperkuat pedoman agar negara dan pemerintah mendapatkan dasar kokoh untuk memerintah berdasarkan kebenaran, keadilan, kebaikan, kejujuran, serta persaudaraan internasional dan nasional. Politik pemerintahan yang berdasar kepada moral yang tinggi diharapkan tercapainya seperti yang tertulis di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Salah satu permasalahan sekarang yang terjadi pada masyarakat Indonesia adalah mulai hilangnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Memasuki era globalisasi, kehidupan masyarakat Indonesia telah banyak mangalami perubahan. Era globalisasi banyak mendatangkan budaya luar yang masuk ke Indonesia. Serta, kurangnya pemahaman masyarakat tentang arti dari Pancasila yang sebenarnya dan mereka hanya menganggap Pancasila hanya sebagai simbol negara. Hal ini menyebabkan lunturnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Lunturnya nilai-nilai Pancasila di dalam jiwa masyarakat Indonesia, disebabkan oleh banyaknya kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Masuknya kebudayaan asing ke Indonesia mengakibatkan masyarakat meniru  perilaku orang-orang barat. Serta banyaknya masyarakat yang masih menganggap Pancasila hanya sebagai dasar negara, karena kurangnya pemahaman tentang penjabaran dari setiap sila dari Pancasila.

Lunturnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia menimbulkan dampak yang terjadi seperti, banyaknya generasi muda yang meniru cara berpakaian orang-orang di negara lain. Pakaian yang tidak sopan dan menyimpang dari norma Pancasila, makin maraknya tindakan kriminal seperti pengeboman, pemerkosaan, dan KKN. Tidak hanya itu dampak lain yang ditimbulkan karena lunturnya nilai-nilai Pancasila yakni, maraknya generasi muda bangsa yang terjerat kasus narkoba, seks bebas, bahkan terkena AIDS, serta banyak terjadi aksi-aksi anarkis yang ditujukan oleh sekelompok agama tertentu yang diduga dilakukan oleh Ormas keagamaan tertentu.

Dari banyaknya akibat yang ditimbulkan karena luntunya nilai-nilai Pancasila, terdapat beberapa solusi alternatif yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai Pancasila yang mulai luntur. Beberapa solusi alternatif tersebut meliputi :
(1) pemerintah, masyarakat, dan generasi muda harus mampu memfilter kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Dalam hal ini diperlukannya peran Pemerintah. Pemerintah dapat memanfaatkan media massa untuk memberikan informasi kepada masyarakat akan dampak positif dan negative kebudayaan asing, serta Pemerintah harus mamou memilih kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia, agar tidak semua kebudayaan asing dapat masuk ke Indonesia,

(2) Pemerintah harus lebih memaksimalkan lagi penanaman pendidikan karakter bangsa untuk mewujudkan Pelajar Pancasila di setiap sekolah sejak SD,SMP,SMA dan Perguruan Tinggi,

(3) generasi muda harus mampu mewariskan nilai-nilai ideal Pancasila kepada generasi dibawahnya, dengan memberikan contoh akan pentingnya gotong royong, menyelesaikan permasalahan dengan cara musyawarah, dan mengenalkan budaya-budaya bangsa, agar tercipta rasa nasionalisme, persatuan, kesatuan, dan kerjasama pada generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, dalam artikel ini dipilih judul “Menumbuhkan Nilai-nilai Pancasila Melalui Pendidikan Karakter Bangsa yang Berlandaskan Pancasila”. (Oleh karena itu, dalam artikel ini dibahas mengenai Pendidikan Karakter Bangsa yang Berlandaskan Pancasila).
 
BAHASAN
Pada bagian ini dijelaskan lebih spesifik mengenai (1) konsep dasar, (2) langkah reaisasi, (3) kelebihan dan kekurangan Pendidikan Karakter Bangsa yang Berlandaskan Pancasila.
 
Konsep Dasar Pendidikan Karakter Bangsa Akan Mewujudkan Pelajar Pancasila
Pendidikan Pancasila adalah pendidikan nilai-nilai yang bertujuan membentuk sikap dan perilaku positif manusia atau mahasiswa sesuai dengan  nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila (Kaelan, 2010 : 29). Mahasiswa adalah bibit unggul bangsa yang dimana pada masanya nanti bibit ini akan melahirkan pemimpin dunia, karena itulah diperlukan pendidikan Pancasila yang akan menunjang sosok pribadi mahasiswa. Tujuan pendidikan Pancasila adalah mewujudkan warga negara sadar bela negara yang berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam kehidupan bangsa, yang sesuai dengan nilai-nilai moral dalam sila pada Pancasila.

Salah satu ciri utama pendidikan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila ini adalah, pendidikan berbasis karakter dan moral yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila (Kaelan,2010:29). Pendidikan Pancasilalah yang mengajarkan bagaimana seseorang menjadi warga negara yang lebih bertanggung jawab dan bermoral. Pendidikan Pancasila mampu mencerdaskan kehidupan bangsa dan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa.

Pemerintah harus lebih memaksimalkan kembali pendidikan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila disetiap sekolah sejak sekolah dasar, sekolah menengah, dan bahkan perguruan tinggi. Pembelajaran Pancasila di sekolah dasar sangat penting artinya, karena merupakan proses awal dalam rangka pengembangan karakter manusia selanjutnya, dan Pancasila merupakan jiwa dari seluruh rakyat Indonesia, yang mengandung nilai-nilai luhur dan ajaran moralitas. Pendidikan Pancasila yang diberikan pada siswa di sekolah menengah juga sama pentingnya, mengingat bahwa teknologi yang semakin hari semakin terus berkembang pesat, mengakibatkan para penerus bangsa lupa akan pentingnya Pancasila dalam kehidupan mereka. Perguruan tinggi juga sangat penting diajarkan pendidikan Pancasila karena mahasiswa adalah bibit bangsa dan masa depan bangsa, maka dengan menerapkan Pancasila, warga negara Indonesia diharapkan mampu memahami, menganalisis, dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa, dan negara secara konsisten dan berkesinambungan dengan cita-cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam pembukaan UUD 1945 (Kompas,2011).


 
Langkah-langkah Penerapan Pendidikan Karakter Bangsa Akan Mewujudkan Pelajar Pancasila

Pendidikan Pancasila adalah salah satu pembelajaran yang sangat penting terutama dalam membangun moral peserta didik. Pendidikan Pancasila juga mampu menyadarkan masyarakat untuk dapat menghadapi krisis budaya, kepercayaan, moral dan lain-lain. Langkah-langkah penerapan pendidikan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila adalah sebagai berikut.
 
Tahap Persiapan
Tahap persiapan merupakan langkah awal yang dijadikan dasar dan juga patokan untuk mengambil langkah selanjutnya. Pada tahap persiapan ini juga merupakan tahap awal untuk menetukan keberhasilan dari penerapan pendidikan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila. Langkah yang perlu dilakukan pada tahap persiapan, yaitu :
(1) pembuatan RPP
(2) pengajuan kurikulum baru.
Pada tahap persiapan langkah awal yang dapat dilakukan adalah pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Adapun langkah-langkah pembuatan RPP adalah menuliskan identitas mata pelajaran, menuliskan standar kompetensi, menuliskan kompetensi dasar, menuliskan indikator pencapaian kompetensi, merumuskan tujuan pembelajaran, menuliskan materi ajar, menentukan metode pembelajaran, merumuskan kegiatan pembelajaran, menentukan media/alat/bahan/sumber belajar, dan terakhir hasil belajar.

Langkah yang dilakukan setelah pembuatan RPP adalah pengajuan kurikulum baru. Pengajuan kurikulum baru harus dibawah koordinasi dinas pendidikan daerah, untuk selanjutnya dinas pendidikan daerah diminta mendaftarkan sekolah yang berminat menerapkan kurikulum baru. Lalu sekolah yang telah mengajukan kurikulum baru secara mandiri menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Demikian juga pelatihan guru secara mandiri bisa dilakukan dengan anggaran sendiri, tetapi tetap berkoordinasi dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk penyediaan instruktur yang diperlukan (Kompas, 2013).
 
Tahap Evaluasi
Tahap Evaluasi merupakan tahap kedua setelah tahap persiapan, langkah yang perlu dilakukan pada tahap evaluasi, yaitu :
(1) pengujian terhadap pendidikan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila,
(2) melakukan revisi kurikulum jika diperlukan.

Pengujian terhadap pendidikan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kurikulum sudah sesuai dengan pendidikan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila. Pendidikan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila harus memenuhi syarat yang ditentukan seperti adanya nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan, nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri, nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama, dan nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan.

Melakukan revisi kurikulum jika diperlukan. Kurikulum dapat diubah bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar. Harus ada pertimbangan sebelum  melakukan revisi pada kurikulum diantaranya, perbaikan kurikulum tergantung pada petumbuhan guru, sekolah menjadi pusat perencanaan, dan kurikulum harus memiliki pengalamn-pengalaman untuk membantu para siswa melakukan penyesuaian diri terhadap kehidupan sekarang.
 
Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan merupakan tahap terakhir yang dilakukan setelah tahap persiapan dan tahap evaluasi. Tahap pelaksanaan ini berupa :
(1) sosialisasi kepada para pendidik,
(2) memberikan contoh teladan.

Sosialisasi kepada para pendidik mengenai pendidikan berbasis karakter Pancasila dengan cara memberikan para guru arahan tentang bagaimana pendidikan Pancasila ini diterapkan pada peserta didik serta menjelaskan arti penting Pancasila dalam dunia pendidikan.

Memberikan contoh teladan, artinya dibuat suatu peraturan bahwa seluruh warga sekolah baik siswa,guru,kepala sekolah, dan semua warga sekolah harus menerapkan dan mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam segala aktifitas, dan ada peringatan bagi pelanggarnya.
 


Kelebihan dan Kelemahan Pendidikan Karakter

Penerapan pendidikan karakter bangsa Akan Mewujudkan Pelajar Pancasila memiliki banyak kelebihan, antara lain :
Pendidikan karakter adalah membiasakan generasi muda mengadakan refleksi atas pengalaman hidup, sebagai bekal dalam menghadapi polemik dalam masyarakat dikemudian hari sehingga siswa dapat menimbang yang baik dan buruk bagi dirinya sendiri tanpa guru atau orang tua harus menentukan pilihan atau mengatur hidupnya.

Bekal moral kepemimpinan, kepedulian, toleransi, kemandirian, tanggung jawab, diplomatis, kreatifitas, antusias, percaya diri dan kerja keras merupakan pilar yang harus ditanamkan dalam pendidikan karakter remaja diharapkan dapat meminimalisir perilaku seks beresiko yang dapat mempengaruhi perkembangan mental remaja.

Pendidikan karakter secara tidak langsung menanamkan doktrin pancasila. Doktrin pancasila ini yang mana sebagai bangsa Indonesia harus tertanam kuat dalam setiap pribadi remaja. Hal ini sebagai upaya memperbaiki perkembangan moral remaja Indonesia.

Pendidikan karakter sangat berfungsi bagi remaja, karena dapat membantu para remaja untuk menemukan jati dirinya yang sebenarnya. Remaja yang beranjak dewasa diharapkan dapat berkarakter layaknya mahluk ciptaannya.

Pendidikan karakter diharapkan mampu menjadikan setiap remaja sebagai individu yang mampu menjadi uswatun hasanah (teladan yang baik) bagi dirinya dan lingkungan sosial budayanya.

Dengan adanya pendidikan karakter selain memberikan ilmu pengetahuan juga membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang diharapkan.
Meskipun memiliki banyak kelebihan, tetapi pendidikan Pancasila juga memiliki kelemahan,
Di sekolah pendidikan karakter telah diberikan guna menata perilaku siswa yang mulai menginjak remaja. Namun di rumah orang tua terkadang cendrung tidak peduli dengan perkembangan anak sehingga penerapan pendidikan krakter ini hanya berada pada pagar sekolah saja. Maksudnya saat siswa di sekolah dan dalam pemantauan guru siswa berusaha tampil sebaik mungkin namun saat di luar sekolah maka siswa sudah tidak peduli lagi.

Siswa mengahbiskan sebagian besar waktunya di luar sekolah sehingga guru atau pihak sekolah tidak dapat memantau perkembangan siswa di luar sekolah.

Tidak semua guru memberikan contoh yang baik pada siswa sehingga pemberian pendidikan karakter ini seakan sebuah konsep belaka yang mana guru sendiri pun masih ada yang tidak menggunakannya.
Guru hanya bisa mengajarkan namun tidak memaksakan sehingga sulit untuk mengetahui secara jeas apakah pendidikan karakter yang guru berikan dapat diserap siswa dan dapat diterapkannya atau malah akan sia-sia.

Pendidikan karakter bersifat continiti sehingga harus selalu di upgrade dan tidak bisa sekali ajar saja seperti ilmu pengetahuan lainnya.

Keberhasilan pendidikan karakter bertumpu pada kesadaran siswa sehingga sulit untuk memantau tingkat keberhasilannya.

Simpulan
Pendidikan Pancasila mempunyai enam ciri utama bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman dan bertaqwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, gotong royong , berkebhinekaan global. Pendidikan Pancasila adalah pendidikan nilai-nilai yang bertujuan membentuk sikap dan perilaku positif manusia sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Ciri utama pendidikan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila ini adalah, pendidikan berbasis karakter dan moral yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pemerintah harus lebih memaksimalkan kembali pendidikan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila  di setiap sekolah sejak sekolah dasar, sekolah menengah, dan bahkan perguruan tinggi.

Tinggalkan Balasan