Polres Temanggung Amankan Supir Truk Pengguna Sabu

news, Peristiwa, Regional

TEMANGGUNG, news4.online – Polres Temanggung berhasil mengungkap dan menangkap Roi (29) warga Dusun Sidotopo RT.05 RW.04 Desa Tempuran Kaloran Temanggung, setelah kedapatan menyalah gunakan narkotika golongan satu jenis sabu.

Dari tersangka diamankan sejumlah barang bukti di antaranya, satu paket narkotika jenis sabu berat kotor 0,29 di dalam potongan sedotan warna hijau, sebuah jaket parasit warna hijau dan satu unit handphone merk VIVO warna gold.

Kasat Reserse dan Narkoba Polres Temanggung AKP Bambang Sulistyo saat gelar perkara mengatakan tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres. Rabu (01/06/2022).

“Roi menjadi perantara dalam jual beli, menyimpan dan menguasai narkotika Golongan I jenis sabu,” tegasnya.

Lanjutnya,Kasus ini berhasil diungkap setelah petugas mendapatkan informasi tentang peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Temanggung.

Dalam keterangannya AKP Bambang menjelaskan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Temanggung melakukan penyelidikan mendapatkan informasi bahwa tersangka ROI yang berprofesi sebagai sopir truk sering menyalahgunakan narkotika jenis sabu-sabu. Saat dilakukan penggeledahan terhadap badan/pakaian tersangka ROI untuk mencari barang bukti, di saku sebelah kiri jaket parasit warna hijau yang dipakai tersangka, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Temanggung menemukan satu paket sabu berat kotor 0,29 di dalam potongan sedotan warna hijau.

“Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Temanggung melakukan interogasi terhadap tersangka Roi yang mengakui bahwa narkotika tersebut dibeli dari temannya sesama sopir truk yang beralamat di Desa Bumen Kecamatan Sumowo Semarang dengan harga Rp500.000,”terusnya.

“Tersangka Roimelakukan tindak pidana setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli, menerima, menyimpan dan menguasai narkotika Golongan I jenis sabu sebagaimana dimaksud dalam Primer Pasal 114 ayat (1), Subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,” tutup AKP Bambang. (gus).

Tinggalkan Balasan