Polres Wonosobo Gelar Dua Perkara Penggelapan dan Curanmor

news, Peristiwa, Regional

WONOSOBO, news4.online – Polres Wonosobo gelar perkara dua kasus yang masuk dalam wilayahnya bertempat di Mapolres Wonosobo pada Rabu (27/07/2022).

Dua kasus tersebut adalah kasus penggelapan dan curanmor yang dilakukan dua tersangka berbeda.
Dalam kasus penggelapan tersangka SLY warga Desa Semayu, Kecamatan Selomerto menggelapkan sebuah mobil Daihatsu Terios milik Siti Nur Rohmah Dusun Pucungsari, Desa Adiwarno, Kecamatan Selomerto.

Kapolres Wonosobo AKBP EKO Novan PrasetyopuspitoPrasetyopuspito, S.I.K., M. SI. Menjelaskan, tersangka STY merental mobil milik korban dengan perjanjian sewa sehari Rp 350.000, selang sehari kemudian STY menyewa lagi untuk jangka waktu 10 hari dengan sewa perhari sama seperti kemarin.
“Setelah jatuh tempo ternyata mobil tidak dikembalikan ke pemiliknya,” ucapnya.

Lanjutnya, ternyata mobil yang dipinjam telah digadaikan kepada Mbeng warga Kabupaten Purworejo sebesar tiga puluh lima juta yang dikenal pelaku melaluu facebook.

“Pelaku diancam dengan Tindak pidana Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman atau paling lama 4 tahun penjara,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Kasat Reskrim Wonosobo AKP Achmad SugengSugeng, S.H., M.H mengatakan untuk tersangka curanmor adalah S warga Kp. Lempongsari, Kel. Kejiwan, Kec. Wonosobo yang merupakan residifis baru keluar dari penjara selama tiga bulan berhasil mengambil 6 unit sepeda motor.

“Pelaku telah mempersiapkan kunci T untuk mendukung operasinya,” ungkapnya.

Kasat Reskrim menambahkan, dari beberapa hasil curanmor tersebut menurut tersangka ada yang dijual dan dititipkan ke teman dan barang bukti sekarang berada di Polres Wonosobo.

“Dengan demikian tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP
yang berbunyi : Barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum dan pada waktu malam dalam sebuah pekarangan yang tertutup yang ada rumahnya, dilakukan dengan jalan memakai kunci palsu, diancam karena pencurian, dengan pemberatan dengan pidana penjara paling lama Sembilan tahun,” pungkasnya.(gus)

 

 

 

Tinggalkan Balasan