Tersangka dugaan korupsi

Seorang Mantri di Sebuah Bank Rugikan Negara Rp. 6,9 Milyar

news, Regional

SURABAYA, news4.online – Hendra Dwi Prasetyo dijerat pasal berlapis dikarenakan melakukan tindak pidana korupsi sejak 2017 hingga 2019 dikarenakan pria ini diduga telah merugikan negara sebesar Rp. 6.917.475.096 dari tempatnya bekerja sebagai mantri di sebuah bank berplat merah di kawasan Pucang Anom Surabaya.

Hal tersebut sudah dipastikan Kejari Surabaya.

“Berkas perkaranya sudah lengkap,” kata Kasi Intel Kejari Surabaya, Khristiya Lutfiasandhi.

Menurut Kristiya berdasarkan Surat Perintah Penahanan Tingkat Penuntutan (T-7) Nomor : Print- 01/M.5.10/Ft.1/01/2022, tersangka ditahan selama 20 hari ke depan sejak hari ini.

“Setelah pemeriksaan tuntas, tersangka langsung ditahan di Rutan Cabang Kajati Jatim,” tegasnya, Kamis (13/1/2022).

Pasal yang dikenakan adalah Primair, Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Subsidair Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jo 55 ayat 1 ke-1 jo 64 KUHP.

Pada rilisnya tidak dibeberkan secara rinci modus yang dilakukan Hendra Dwi Prasetyo yang menyebabkan negara mengalami kerugian milyaran rupiah tersebut. (*)

Editor : Edi

Artikel ini telah tayang di beritalima.com dengan judul Korupsi Rp 6,9 Miliar di Bank Plat Merah Pucang Anom, Tersangka Hanya Mantri

 

Tinggalkan Balasan