sirkuit motogp mandalika

Sepenggal Cerita Soal Perhelatan MotoGP Mandalika, Panitia dan Pemda Setempat Ternyata …

news

MANDALIKA, news4.online – Perhelatan besar motoGP seri kedua di sirkuit Mandalika Lombok NTB telah usai namun bagi sebagian besar yang menonton secara langsung acara tersebut memiliki kenangan tersendiri, salah satunya Gaung Satrio.

Seperti diketahui bahwa terakhir perhelatan ini digelar 25 tahun lalu dan tahun ini motoGP kembali digelar di Indonesia dengan lokasi sirkuit berbeda.

MotoGP memperlombakan 3 kelas utama yaitu moto 3 moto 2 dan MotoGp, yang membanggakan adalah di kelas moto 3 indonesia memiliki keterwakilan pembalap muda berbakat Mario Suryo Aji yang mampu finish di urutan kedua merupakan prestasi yang sangat membamggakan bagi seluruh masyarakat Indonesia terutama yang hadir di lintasan Mandalika.

Sementara di kelas primier motoGP pemenangnya Miguel Oliveira rider Red Bull KTM menorehkan namanya sebagai juara pertama disusul Fabio Quartararo yang menempati urutan kedua dan Johann Zarco di urutan ketiga di sirkuit yang terkenal dengan pantainya yang eksotis dan panorama gunung Rinjani.

Gaung Satrio menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan penggemar motoGP dari seluruh Indonesia.

Dikatakannya bahwa mereka datang dari penjuru tanah air  ke Mandalika dengan berbagai cara baik lewat darat, laut maupun udara.

“Bahkan ada yang naik kapal hingga 48 jam, ada yang dari Sumatra lewat jalur darat hingga berkendara roda dua yang didominasi dari pulau Jawa dan ada juga yang datang dari Papua guna menyaksikan langsung motoGP ini,” ujar ketua Esport dan olahraga Angkatan Muda Ka’bah, Senin (21/2/2022).

Terkait dengan pelaksanaan motoGP ini, dirinya mengapresiasi panitia event dan pemerintah setempat yang cukup baik dalam melayani para pelancong.

“Mereka cukup ramah dan mempermudah dalam memberikan informasi dasar event motoGP,” katanya dengan mantap.

Dia pun berharap dampak pelaksanaan kegiatan tersebut perekonomian masyarakat dapat terbantu.

“Saya kira tidak hanya masyarakat sekitar saja yang kecipratan rejeki namun masyarakat Bali pun sebagai pulau yang dilintasi para pelancong jalur darat mendapat manfaatnya'” pungkasnya. (Edi)

Tinggalkan Balasan