Ssst… Jangan lupa Isi eHac Dulu Sebelum Perjalanan Mudik

lifestyle

JAKARTA, news4.online – Bagi yang akan lakukan perjalanan pemerintah telah membuat kebijakan dengan tujuannya menjaga tidak terjadinya penularan dan mencegah terjadinya gelombang kasus paska libur panjang dengan terbitnya Surat Edaran Kemenhub No.36-38 Tahun 2022.

Di dalam surat edaran ini masyarakat yang akan melakukan perjalanan baik lewat transportasi darat, laut maupun udara untuk mengisi eHac sebagai syarat dalam melanjutkan perjalanan.

“Petugas akan memeriksa status kelayakan perjalannya lewat eHac (elektonic healr alert card) yang diisi sehari atau sebelum melakukan perjalanan di aplikasi peduli lindungi,” ujar Chief of DTO Kemenkes, Setiaji.

Disebutkannya khusus perjalanan lewat darat pemeriksaannya dilakukan secara acak.

“Namun, kami tetap mengimbau mereka yang menggunakan mobil atau motor tetap mengisi eHac sebagai bentuk tanggung jawab bersama menghindari lonjakan kasus Covid-19 di berbagai daerah,” imbau Chief of DTO Kemenkes RI ini.

Sedangkan bila melakukan lewat jalur udara ini menjadi syarat mudik selain tes antigen dan PCR.

“Aturan ini mulai berlaku 5 April 2022,” ujar Setiaji.

Sementara Jubir Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito dilansir dari laman Covid19 menjelaskan syarat bagi pelaku perjalanan dalam negeri.

Masyarakat yang hendak bepergian harus memenuhi syarat perjalan sesuai riwayat vaksinasi dengan ketentuan:

Pertama, tidak wajib menunjukkan hasil tes COVID-19 jika individu sudah di-booster dan akan menjadi wajib menunjukkan hasil tes jika belum.

Kedua, masyarakat yang telah divaksinasi dua kali maka wajib menunjukkan hasil tes antigen 1×24 jam atau PCR 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Ketiga, untuk yang baru divaksinasi satu kali wajib menunjukkan hasil tes PCR 3X24 jam sebelum keberangkatan.

Khusus bagi orang
yang memiliki alasan kesehatan tertentu atau komorbid, sehingga tidak bisa divaksinasi wajib menyertai hasil tes negatif PCR 3X24 jam sebelum keberangkatan dengan surat keterangan dari RS bahwa tidak bisa divaksinasi.

Khusus anak anak usia 6-17 tahun dapat bebas dari wajib testing jika telah divaksin dosis kedua.

Sedangkan untuk anak usia di bawah 6 tahun tidak diterapkan kebijakan testing dengan syarat pendamping perjalanan telah memenuhi syarat perjalan sesuai ketentuan.

Kelengkapan berkas tersebut akan diperiksa di titik keberangkatan dan beberapa titik selama perjalanan.

“Untuk itu masyarakat wajib mengunduh aplikasi Peduli Lindungi dan membuat E-Hac domestik sebagai salah satu fitur yang ada di dalamnya,” katanya.

Dikatakannya kewajiban tersebut berlaku untuk semua moda transportasi.

“Setelah E-Hac selesai dibuat maka akan muncul status kelayakan bepergian yang harus ditunjukkan kepada petugas.” Pungkas Wiku. (*)

 

Editor : Edi

Tinggalkan Balasan