Temanggung dengan Cerita Asal Usul Rakai Pikatan

edukasi, opini, Tradisional

News4.online – Temanggung identik dengan pemandangan yang asri, daerah ini juga berada diwilayah sekitar gunung kembar yaitu Gunung Sumbing dan Sindoro. Banyak situs-situs peninggalan zaman dahulu yang ditemukan di daerah dengan julukan Negeri Tembakau.

Rakai Pikatan mungkin terdengar tidak asing di khalayak warga Temanggung, dan sampai sekarang masih menjadi perdebatan tentang asal usul Rakai Pikatan.

Rakai Pikatan adalah raja keenam kerajaan Mataram Kuno yang berkuasa antara tahun 840-856 masehi. Masa pemerintahanya ditandai dengan bersatunya Dinasti Sanjaya (Hindu) dan Dinasti syailendra (Budha) yang pada masa sebelumnya saling bersaing. Rakai Pikatan juga dikenal raja yang mengawali pembuatan Candi Prambanan.

Nama Rakai Pikatan terdapat pada Prasasti Mantyasih yang memuat daftar para raja Mataram Kuno.Menurut Prasasti Argapura, nama aslinya adalah Mpu Manuku. Sejarawan De Casparis meyakini bahwa Rakai Pikatan adalah putra dari Mpu Palar, keturunan Dinasti Sanjaya dan beragama Hindu Siwa.

Ada versi lain tentang Rakai Pikatan berdasarkan Prasasti Gondosuli, Mpu Palar adalah seorang pendatang dari Sumatera dan semua anaknya perempuan.Terlepas dari perdebatan asal-usulnya, Rakai Pikatan diketahui menikah dengan Pramodawardhani, putri Raja Samaratungga yang berasal dari Dinasti Syailendra dan beragama Buddha Mahayana.

Kisah pernikahan Rakai Pikatan dan Pramodawardhani mengawali sejarah baru, Sebelum turun takhta, Raja Samaratungga menikahkan putri mahkota Pramodawardhani dengan Rakai Pikatan. Hal inilah yang jadikan moment dua wangsa besar yang berbeda bersatu.

Adapun tujuan Raja Samaratungga menikahkan Pramodawardhani dan Rakai Pikatan adalah untuk menyatukan dua wangsa.Setelah menikah dan mewarisi takhta Samaratungga, Pramodawardhani bergelar Sri Kahulunan.Dan dari hasil pernikahan mereka melahirkan Rakai Gurunwangi Dyah Saladu dan Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala.

Perang saudara Balaputradewa dan Rakai Pikatan

Pernikahan antara Rakai Pikatan dan Pramodawardhani ternyata tidak disukai oleh Balaputradewa, putra Samaratungga dari Dewi Tara.

 

Sehingga dalam keadaan ketidak sukaan tersebut Balaputradewa pun akhirnya berperang dengan Rakai Pikatan yang tiasa lain adalah saudaranya sendiri untuk memperebutkan tahta Mataram Kuno.

Dalam perang saudara tersebut Balaputradewa kalah walaupun sudah bersembunyibdan bertahan di Benteng Ratu Boko yang notabennya terdiri dari timbunan batu, karena kekalahannya Balaputradewa akhirnya memilih pergi dan menyingkir ke Sumatera dimana itu adalah tempat lahir ibunya.

Dalam versi lainnya dari perbedaan pendapat, Balaputradewa bukanlah adik dari Pramodawardhani melainkan dia adalah pamannya sehingga kepergiannya ke Sumatera bukan kalah berperang melainkan dia memang tidak ada berhak untuk tahta Mataram Kuno.

Perbedaan agama antara Rakai Pikatan dan pramowardhani tidak mempengaruhi dan menimbulkan masalah, keduanya malah menjunjung sikap toleransi antar umat beragama serta menjunjung tinggi pembangunan candi bercorak Hindu atau Budha.

Pada tahun 842 M pembuatan candi Borobudur yang dimulai sejak era pemerintahan Samaratungga selesai dan akhirnya diresmikan oleh Rakai Pikatan.

Dikarenakan Rakai Pikatan beragama Hindu maka dia memerintahkan untuk membuat candi yang Siwa dan akhirnya dibuatnya candi Roro Jonggrang di Prambanan.

Sedangkan candi kecil lainnya yang berada di kompleks Candi Prambanan dibangun pada masa raja berikutnya.

Untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak mengabaikan candi kerajaan yang dibangun oleh Rakai Panangkaran, yaitu Candi Plaosan Lor, dan untuk menjaga perasaan permaisurinya yang beragama Buddha, raja menambahkan sekurang-kurangnya dua candi perwara berupa bangunan stupa pada percandian itu.

Hal ini dapat dilihat dari tulisan pada dua bangunan stupa di kanan dan kiri jalan masuk ke candi induk sebelah utara.

Dari Prasasti Wantil diketahui bahwa masa pemerintahan Rakai Pikatan berakhir pada 856 M, dan setelah itu takhta jatuh ke tangan putra bungsunya yang bernama Dyah Lokapala.(editor gus).

Tinggalkan Balasan